Waspada Nyeri pada Tulang Belakang, ketahui Penyebabnya!

Apa itu nyeri pada tulang belakang?

Nyeri tulang belakang atau back pain adalah nyeri yang terjadi pada bagian dari ruas tulang belakang. Nyeri atau sakit ini dapat terjadi di ruas tulang belakang bagian leher (tulang servikal), punggung atas dan tengah (tulang toraks), punggung bawah atau pinggang (tulang lumbal), dan/atau tulang ekor (tulang sakro-koksigeal).

Nyeri bisa terjadi di salah satu area spesifik pada tulang belakang atau di sepanjang ruas punggung. Kebanyakan rasa nyeri ini bersifat sementara, tetapi jika tidak tidak ditangani dengan baik dapat menjadi nyeri kronis dan berulang.

Apa penyebab nyeri tulang belakang?

Nyeri tulang belakang umumnya akibat cedera mendadak maupun penggunaan berlebihan dalam jangka panjang. Hal ini membuat serat-serat otot (ligamen) meregang secara abnormal sehingga mungkin kram atau menegang. Otot yang meregang karena cedera dapat mengakibatkan peradangan jaringan lunak di sekitarnya. Peradangan ini menyebabkan tulang belakang terasa nyeri karena kejang otot.

Penyebab nyeri tulang belakang, baik bagian leher, punggung atas atau bawah, maupun ekor, juga bisa berasal dari beberapa kondisi lain, seperti:

  1. Patah tulang

Cedera fisik yang menyebabkan patah tulang belakang bisa menimbulkan nyeri. Nyeri ini dapat diakibatkan karena cedera dengan daya yang tinggi (kecelakaan kendaraan bermotor, olahraga kontak), namun dapat juga karena cedera dengan daya rendah seperti terpeleset (biasanya pada orang berusia lanjut yang sudah mengalami osteoporosis).

  1. Kelainan lengkung tulang belakang

Bentuk tulang belakang yang normal adalah sejajar lurus ke bawah jika dilihat dari depan dan belakang, dengan lengkungan seperti huruf “S” yang alami jika dilihat dari samping. Lengkungan alami ini membantu menopang postur dan menyeimbangkan tubuh Anda. Ketika kelengkungan ini melebihi nilai normal, ini dapat menyebabkan keluhan nyeri tulang belakang di kemudian hari. Kelainan bentuk ini akan memberi tekanan yang berlebih pada ruas-ruas tulang belakang dan bantalannya, sehingga dapat menyebabkan nyeri.

  1. Penuaan bantalan tulang belakang

Penuaan bantalan (diskus) dari tulang belakang dapat terjadi akibat proses penuaan yang normal, tetapi bisa juga terjadi lebih dini karena cedera yang tidak tertangani dengan baik sebelumnya. Karena “pegas” alami dari tulang belakang ini sudah berkurang elastisitasnya, maka dapat berimbas nyeri yang dirasakan oleh pasien.

  1. Hernia nucleus pulposus (HNP) atau Saraf Terjepit

Hernia nucleus pulposius atau keluarnya isi bantalan tulang belakang yang menyerupai gel dari cincinnya. Hal ini dapat menyebabkan penekanan dan rangsangan berlebih pada saraf yang keluar dari tulang belakang, sehingga menyebabkan nyeri yang menjalar ke lengan (jika terjadi di leher) atau ke tungkai (jika terjadi di punggung bawah). Beberapa orang juga mungkin mengalami kelemahan di bagian punggung serta kaki. Jika sudah ditemui gangguan buang air besar atau berkemih yang disertai dengan rasa kebas di selangkangan, ini merupakan kegawatdaruratan dan pasien harus segera ke unit gawat darurat untuk penanganan medis secepatnya.

  1. Penyempitan celah saraf tulang belakang

Penyempitan celah saraf tulang belakang atau canal stenosis adalah penyempitan celah dimana saraf pusat lewat di dalam tulang belakang. Apabila celah ini terjepit dapat menyebabkan nyeri tungkai, dan jika pasien mencoba berjalan lebih dari 100 meter, harus duduk atau membungkuk dahulu untuk mengurangi nyeri tersebut.

Secara umum, berikut adalah ciri-ciri dan gejala yang bisa dirasakan ketika tulang belakang sakit:

  • Rasa sakit atau nyeri seperti tertusuk yang bisa bertahan hingga 10-14 hari.
  • Rasa sakit dapat menjalar ke area tubuh lain, seperti kaki, tangan atau dada, atau memburuk dengan gerakan.
  • Punggung bagian bawah terasa kaku sehingga sulit bergerak.
  • Postur menjadi terlihat tidak normal.
  • Terjadinya kejang otot saat beraktivitas atau beristirahat.
  • Kehilangan fungsi motorik seperti berjinjit.
  • Refleks yang melambat.
  • Mati rasa atau kesemutan.

Bagaimana cara mengobati nyeri pada tulang

Dokter mungkin menyarankan Anda untuk lebih dulu mengurangi aktivitas dan beristirahat selama 1-3 hari saat gejalanya muncul. Jangka waktu ini ideal karena durasi istirahat yang terlalu lama justru dapat menambah rasa sakit serta hilangnya kekuatan otot.

Jika dengan istirahat saja rasa nyerinya belum mereda, dokter dapat menyarankan pengobatan. Berikut beberapa cara, termasuk obat, untuk mengobati sakit tulang belakang, yang umum diberikan dokter:

  • Obat anti nyeri

Obat anti nyeri dan anti radang nonsteroid bisa dijadikan pilihan untuk meredakan sakit ringan sampai sedang pada tulang belakang, seperti ibuprofen atau natrium diklofenak. Obat-obatan ini aman jika digunakan di bawah durasi 3 minggu, dan sebaiknya dihindari pada pasien-pasien yang sudah memiliki gangguan fungsi ginjal.

  • Fisioterapi

Dokter juga dapat merekomendasikan fisioterapi sebagai cara untuk membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri tulang belakang. Cara ini juga dapat membantu membangun kekuatan dan fleksibilitas, serta mencegah cedera pada masa mendatang. Fisioterapi mencakup latihan fisik, terapi pijat, traksi, latihan peregangan, ultrasound, terapi es dan panas, hingga stimulasi menggunakan listrik.

  • Injeksi tulang belakang

Injeksi atau suntikan pada tulang belakang direkomendasikan oleh dokter untuk mengobati peradangan serta mengurangi rasa sakit langsung di sumbernya. Kelebihan dari injeksi adalah bisa digunakan untuk 2 hal sekaligus, yaitu untuk memastikan diagnosis dan mengurangi keluhan nyeri.

Tindakan injeksi yang biasa dilakukan, di antaranya:

- Suntikan steroid (kortison) epidural ataupun pada akar saraf, di area dekat akar saraf atau di dalam kanal tulang belakang.

- Suntikan pada sendi facet (facet block), di dalam atau di dekat sendi kecil di tulang belakang.

- Suntikan sendi sakroiliaka (sacroiliac), biasanya untuk nyeri pada bokong yang menetap.

- Suntikan ganglion impar block, untuk menghilangkan nyeri pada tulang ekor yang sulit hilang setelah cedera.

  • Dekompresi menggunakan laser (percutaneous laser disc decompression)

Pada kasus contained HNP dimana inti bantalan tulang belakang menonjol tanpa robekan pada cincin pelindungnya (annulus) maka dapat dilakukan dekompresi dengan menggunakan suntikan jarum yang kemudian dipanaskan (laser) agar inti bantalan mengkerut dan melepaskan saraf dari jepitan.

  • Pembedahan

Apabila nyeri tulang belakang tergolong parah, tidak menutup kemungkinan jika Anda memerlukan pendekatan dengan bedah, baik dengan atau tanpa implan:

  • Dekompresi: tindakan pembedahan untuk melepaskan jepitan saraf dengan cara melebarkan lubang dimana saraf tulang belakang lewat tanpa menggunakan implan untuk stabilisasi (hanya dapat dilakukan pada tulang belakang yang stabil dan tidak bergeser saat membungkuk atau menengadah). Tindakan ini dapat dilakukan secara terbuka (open surgery) maupun secara minimal invasive menggunakan alat-alat endoskopi.
  • Dekompresi dan stabilisasi: tindakan pembedahan yang melepaskan jepitan saraf dan sekaligus memasang implan (pedicle screw dan rod) untuk menstabilkan tulang belakang yang tidak stabil.
  • Dekompresi, stabilisasi dan fusi: tindakan pembedahan yang melepaskan jepitan saraf, memasang implan pedicle screw dan rod serta implan bantalan buatan agar tulang belakang pada level atas dan bawahnya menyatu (fusi).

Pencegahan sakit tulang belakang

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tulang belakang sakit, seperti:

  • melatih otot perut untuk memberikan stabilitas tulang belakang. Latihan yang bisa dilakukan seperti berenang, yoga, bersepeda, serta aerobik ringan.
  • Gunakan teknik mengangkat serta menggerakkan tubuh dengan benar, seperti jongkok untuk mengangkat benda yang berat.
  • Jaga postur tubuh yang benar saat duduk dan berdiri

Artikel ditulis oleh dr. Jephtah Tobing, MD,B.Med.Sci (Hons), Sp.OT (K-Spine) (Spesialis Ortopedi & Traumatologi, Konsultan Tulang Belakang RS EMC Alam Sutera).